Monday, April 12, 2010

Pulau Sempu


Kamis 131108

Pulau Sempu,

Kami berenam pergi ke Pulau Sempu naik kereta dari Surabaya turun di Malang Kota dan diteruskan dengan naik kendaraan umum sampe Sendang Biru. Seperti yang sudah kubaca diberbagai tulisan banyak orang di internet, bahwasannya! Setiap traveller yang mo nyeberang ke Pulau Sempu kudu wajib laporan di pos pemantauan dan bayar pastinya. Dengan 2 petugas pemantauan saat itu kami diajak ngbrol ngalor ngidul,,eeee,,,ujung-ujungnya duit pisan yang dimaksud olehnya. Begitu aja kog mbulet. ^^..!
Berhubung saat itu sudah malam, tidak memungkinkan kami untuk nyeberang ke Pulau Sempu. Toh para nelayan yang akan membawa kami menyeberang juga sudah nyaman di ranjangnya ^^. Jadi ya untuk semalam kita bermalam di pasir pantai Sendang Biru. Besok paginya baru berangkat setelah tawar menawar harga perahu untuk antar dan jemput kami ke Pulau Sempu.
Setelah lalui naik dan turunan selama perjalanan, akhirnya sampai juga di Segara Anakan. Kesan yang kuterima di benakku begitu eksotiknya Segara Anakan ini. Dengan air yang bening berwana kehijauan pantulan dari pepohonan yang mengelilinginya. Indah sekali. Tapi cukup disayangkan karena setelah dicermati air mulai terkontaminasi. Kegiatan para traveller di sini penyebabnya. Mulai dengan mandi, keramas dan cuci priring sisa makanan. Cukup prihatin juga kan?
Segera kami dirikian tenda untuk bermalam hari itu. Tenda telah berdiri denagn sempurna, bersama-sama kami segera membenamkan diri di air Segara Anakan. Bergurau, lari-lari, mengubur tubuh di pasir yang putih dengan cukup teriknya matahari. Menyenanakan. Hingga malam tiba, kami berkumpul bersama rombongan traveller yang lain mengitari api unggun.
Tanpa terasa waktu mengantar kami hingga pagi menjelang. Tanpa cuci mukapun kami bergegas menaiki batu karang untuk menikmati tarian ombak diindahnya matahari terbit. Sejauh mata memandang hanya lautan lepas yang terbentang. Membuatku tersadar bahwasannya aku, kita adalah makhluk sepersekian kecil dari ciptaan-Nya. Kita bukan apa-apa. Tak perlulah kita busungkan dada merasa paling sempurna.
Jepret sana jepret sini. Pose ini pose itu. Sesi narsis-narsisan akhiri waktu kami di pulau ini. Setelah bingkar tenda dan berkemas, kami segera meninggalkan pulau. Bye Sempu Island.

siNNeR's smiLe

2 comments:

Lick Me
Taste Me
n'
Leave Me
by ur comment